MAKALAH ULUMUL QUR’AN ASBAABUN NUZUL : SEBAB-SEBAB TURUNNYA AYAT AL- QUR’AN

 SENDY HERLIANTO

MAKALAH ULUMUL QUR’AN

 

ASBAABUN NUZUL : SEBAB-SEBAB TURUNNYA AYAT AL- QUR’AN 








KATA PENGANTAR

 

 

Alhamdulillahirobbil‟alamin,puja puji syukur kepada Allah SWT, kami ucapkan atas selesainya makalah ini. Tanpa ridho, hidayah,inayah-Nya mustahil penulisan makalah ini bisa selesai secara tepat waktu.

Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Dr. Ismail Jalili, M.A yang telah membimbing dan mengajarkan Mata Kuliah Ulumul Qur‟an serta pihak-pihak yang bersangkutan yang telah membantu,sehingga makalah ini bisa terselesaikan.

Meskipun demikian kami menyadari makalah ini jauh dari kata sempurna ,oleh karena itu saran dan kritik dari semua pihak,khususnya teman-teman seprofesi menjadi harapan bagi kami guna perbaikan selanjutnya.

Akhirnya permohonan dan harapan semoga apa yang telah kami lakukan mendapat ridho dan kebaikan dari Allah SWT,serta bermanfaat bagi para pembaca sebagai jembatan ilmu pengetahuan. Amin.

 

 

Bintuhan, 27 Oktober 2020

 

 

Penulis


Daftar Isi

HALAMAN JUDUL........................................................................................................... i

KATA PENGANTAR........................................................................................................ ii

DAFTAR ISI........................................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................................... 1

·         A. Latar Belakang................................................................................................ 1

·         B. Rumusan Masalah............................................................................................ 1

·         C. Tujuan Penulisan.............................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................... 2

·         A. Pengertian Asbabun Nuzul.............................................................................. 2

·         B. Proses Turunnya Al Qur‟an............................................................................. 4

·         C. Contoh Contoh Ayat Yang Mempunyai Asbabun Nuzul............................... 6

BAB III PENUTUP............................................................................................................. 9

·         A. Kesimpulan...................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................... 10


BAB I PENDAHULUAN

 

A.              Latar Belakang

 

Al-Qur‟an merupakan kitab suci terakhir yang Allah SWT mukjizatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Quran ini terdiri atas 30 juz, 114 surat dan 6666 ayat. Menurut Al- Ja‟bari Al-Quran itu di turunkan dalam dua cara: Pertama, diturunkan sebagai permulaan tanpa didahului suatu peristiwa atau pertanyaan. Kedua, diturunkannya seiring terjadinya suatu peristiwa atau munculnya sebuah pertanyaan (Asbabun Nuzul). Bagaimanapun juga sangat penting mempelajari Asbabun Nuzul karena dengan mempelajari dan memahaminya, kita akan lebih mudah memahami sekaligus menempatkan pemahamannya kepada posisi yang benar serta lebih memperkuat iman dan taqwa kepada Allah SWT.

 

Al Wahidi berkata: “Tidak mungkin mengetahui penafsiran ayat Al-Quar‟an tanpa mengetahui kisahnya dan sebab turunnya”. Ibnu Daqiq al-„Id mengatakan:” penjelasan Asbabun Nuzul merupakan jalan yang kuat dalam memahami makna Al-Quran”.

 

Dalam tulisan singkat ini akan sedikit membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan asbab-an-nuzul, mulai dari pengertian, macam-macam asbabun nuzul, fungsi pentingnya dari asbabunnuzul itu sendiri serta kaidah yang terkandung dalam penetapan hukum yang terkait dalam asbabunnuzul. Namun, kesempurnaan makalah ini kami sadari masih sangatlah jauh, sehingga mungkin bagi kita untuk terus belajar dan mendalaminya di lain waktu.

 

B.               Rumusan Masalah

 

1.         Bagaimanakah Definisi dari Asbabun Nuzul itu ?

2.         Apasajakah Macam-Macam Asbabun Nuzul itu ?

3.         Bagaimanakah Cara Mengetahui Riwayat Asbabun Nuzul ?

4.         Bagaimanakah Kaidah Yang Berlaku Atas Asbabun Nuzul ?

5.         Bagaimanakah Peranan Asbab Al-Nuzul Dalam Memahami Dan Menafsirkan Ayat ?

 

C.               Tujuan Penulisan

 

Tujuan dari pembahasan  makalah  ini  adalah  agar  kita  bisa  lebih  mengenal tentang silsilah asbabun nuzul dan lebih memudahkan kita untuk mempelajari lebih jauh lagi sehingga dalam proses mempelajarinya kita tidak menemukan kesulitan.


BAB II PEMBAHASAN ASBABUN NUZUL AL-QUR’AN

A.  PENGERTIAN ASBABUN NUZUL

 

Secara etimologi asbab al nuzul terdiri dari kata “asbab” (bentuk jamak dari kata “sababa”) yang artinya sebab-sebab. (almunawwir:1997:602). Sedang kata “nuzul” berasal dari kata “nazala” yang berarti turun (almunawwir:1997:1409). Asbab Al-Nuzul adalah sebab- sebab diturunkannya ayat Al-Qur‟an.

 

Menurut istilah atau secara terminologi Asbabun Nuzul terdapat banyak pengertian, diantaranya :

 

a.         Menurut Az-Zarqani

 

“Asbab an-Nuzul adalah hal khusus atau sesuatu yang terjadi serta hubungan dengan turunnya ayat al-Qur‟an yang berfungsi sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadi”.

 

b.        Ash-Shabuni

 

قد جحصم واقعة, اوجحدخ حادثة, فحىسل اية اوايات كريمة في شأن جهك انىاقعة او انحادثة, فهذا هى مايسمى بـ (سبب

انىسول)

 

“Asbab an-Nuzul adalah peristiwa atau kejadian yang menyebabkan turunnya satu atau beberapa ayat mulia yang berhubungan dengan peristiwa dan kejadian tersebut, baik berupa pertanyaan yang diajukan kepada Nabi atau kejadian yang berkaitan dengan urusan agama”.

 

c.         Subhi Shalih

 

ما وسنث اآلية اواآيات بسببه محضمىة نه او مجيبة عىه او مبيىة نحكمه زمه وقىعه

 

“Asbabun Nuzul adalah sesuatu yang menjadi sebab turunnya satu atau beberapa ayat al-Qur‟an yang terkadang menyiratkan suatu peristiwa sebagai respon atasnya atau sebagai penjelas terhadap hukum-hukum ketika peristiwa itu terjadi”.


d.        Mana’ al-Qathan

 

ماوسل قرآن بشأوه وقث وقىعه كحادثة او سؤال

 

“Asbab an-Nuzul adalah peristiwa yang menyebabkan turunnya al-Qur‟an berkenaan dengannya waktu peristiwa itu terjadi, baik berupa satu kejadian atau berupa pertanyaan yang diajukan kepada Nabi”.

 

Kendatipun redaksi pendefinisian di atas sedikit berbeda, dapat disimpulkan bahwa Asbab an-Nuzul adalah kejadian/peristiwa yang melatarbelakangi turunnya ayat al-Qur‟an dalam rangka menjawab, menjelaskan dan menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dari kejadian tersebut.

 

Mengutip pengertian dari Subhi al-Shaleh kita dapat mengetahui bahwa asbabun nuzul ada kalanya berbentuk peristiwa atau juga berupa pertanyaan. Para Ulama berpendapat bahwa berkaitan dengan latar belakang turunya atau sebab turunnya sesuatu ayat itu berdasarkan dua cara:

 

1.      Bila terjadi suatu peristiwa, maka turunlah ayat Qur‟an mengenai peristiwa itu.

Contoh: dalam hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Ibn Abbas, yang mengatakan :

 

"Ketika turun, ayat : dan peringatkanlah kerabat-kerabatmu yang terdekat (QS Hijr 94), nabi pergi dan naik ke bukit safa, lalu berseru : ` Wahai kaumku !". maka mereka berkumpul mendekat ke nabi. Ia berkata lagi : ` bagaimana pendapatmu bila aku beritahukan kepadamu bahwa dibalik gunung itu ada sepasukan berkuda yang hendak menyerangmu, percayakah kamu apa yang aku katakan ? Mereka menjawab : kami belum pernah melihat engkau berdusta.` Dan nabi melanjutkan: „aku memperingatkanmu tentang siksa yang pedih,‟ ketika itu Abu Lahab berkata : `celakalah engkau; apakah engkau mengumpulkan kami hanya untuk urusan ini ?‟Lalu ia berdiri. Maka turunlah surah ini :

 


……..)1( ب


ب وجَ


ث  دَا أَ ِبي نَ َه


جَ َّب


 

Artinya : " celakalah kedua tangan Abu lahab…..(Surat Al-Masad)

 

2.   Bila Rasulullah ditanya tentang sesuatu hal, maka turunlah ayat Quran menerangkan tentang hukumnya.

Contoh: hal ini seperti ketika Khaulah binti Sa‟labah dikenakan Zihar oleh suaminya Aus bin Samit.lalu ia datang kepada Rasulullah SAW mengadukan hal itu. Aisyah berkata:


„Maha suci Allah yang pendengarannya meliputi segalanya` aku mendengar ucapan Khaulah binti Sa‟labah itu, sekalipun tidak seluruhnya, ia mengadukan suaminya kepada Rasulullah SAW , katanya : Rasulullah SAW, suamiku telah menghabiskan masa mudaku dan sudah beberapa kali aku mengandung karenanya, sekarang setelah aku menjadi tua, dan tidak beranak lagi ia menjatuhkan zihar kpdku! Ya Allah sesungguhnya aku mengadu kepada-Mu`.

 

Aisyah berkata : ` tiba-tiba jibril turun membawa ayat-ayat ini :

 


ز ْو ِج َها


ل انَّ ِحي جُ  َجا ِدنُك  ي


دْ س ِم َع ا ََّّللُ قَ ْى


 

Artinya : Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan perempuan yang mengadu kepadamu tentang suaminya ( yakni aus bin samit).`(QS: Mujadalah 1-3)

 

B.    PROSES TURUNNYA AYAT AYAT AL QUR’AN

 

Secara majazi turunnya Al-Qur‟an diartikan sebagai pemberitahuan dengan cara dan sarana yang dikehendaki Allah SWT sehingga dapat diketahui oleh para malaikat bi lauhil mahfudz dan oleh nabi Muhammad SAW didalam hatinya yang suci.

 

Adapun tentang kayfiyat Al-Qur‟an itu di turunkan telah terjadi penyelisihan antara para ulama. Dalam hal ini ada tiga pendapat :

 

1.  Al-Qur‟an itu diturunkan ke langit dunia pada malam al-qadr sekaligus lengkap dari awal sampai akhir. Kemudian diturunkan berangsur-angsur sesudah itu dalam tempo 20 tahun atau 23 tahun atau 25 tahun berdasarkan pada perselisihan yang terjadi tentang berapa lama nabi bermukim di mekkah sesudah beliau di angkat menjadi rasul. Pendapat ini berpegang pada riwayat Ath Thabary dari Ibnu abbas beliau berkata “diturunkan Al-Qur‟an dalam lailatul qadr dalam bulan ramadhan ke langit dunia sekaligus semuanya, kemudian dari sana (langit) diturunkan sedikit sedikit kedunia”. Dari segi isnad riwayat tersebut kurang kuat akan tetapi boleh di gunakan

 

2.  Al-Qur‟an itu di turunkan ke langit dunia dalam 20 kali lailatul qadr dalam 20 tahun atau 23 kali lailatul qadr dalam 23 tahun atau 25 kali lailatul qadr dalam 25 tahun. Pada tiap-tiap malam diturunkan ke langit dunia tersebut, sekedar yang hendak di turunkan dalam tahun itu kepada Nabi Muhammad SAW dengan cara berangsur-angsur.


3.  Al-Qur‟an itu permulaan turunnya ialah di malm al qadr, kemudian diturunkan setelah itu dengan berangsur-angsur dalam berbagai waktu.

 

Adapula pendapat bahwa Al-Qur”an di turunkan tiga kali dalam tiga tingkat:

a)        Di turunkan ke lauhil mahfudz.

b)       Di turunkan ke baitul izzah di langit dunia.

c)        Di turunkan berangsur-angsur kedunia.

 

Meski sanad nya shoheh, Dr. Subhi as Sholeh menolak pendapat di atas tersebut karena turunnya Al-Qur‟an yang demikian itu termasuk bidang yang ghaib dan juga berlawanan dengan dzahir Al-Qur‟an.

 

Menurut pendapat ulama jumhur, bahwa ”lafadz Al-Qur‟an tertulis di lauhil mahfudz lalu di pindah dan di turunkan ke bumi”, dengan demikian tidak ada lagi lafadz-lafadz Al- Qur‟an. Di lauhil mahfudz. Menurut pendapat Hasby Ash-Shiddiqie yang di nukil bukan lafazd yang ter ma‟tub, hanya di salin lalu di turunkan. Hal ini sama dengan orang yang nenghapal isi kitab Al-Qur‟an, isi kitab tetap berada dalam kitab yang di salin dalam hapalan pun persis sebagai mana yang tertulis dalam kitab Al-Qur‟an itu.

 

Al-Qur‟an diturunkan dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari, yaitu mulai dari malam 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi sampai 9 dhulhijjah Haji wada‟ tahun 63 dari kelahiran Nabi atau tahun 10 H. Permulaan turunnya Al-Qur‟an ketika Nabi SAW bertahannus (beribadah) di Gua Hira. Pada saat itu turunlah wahyu dengan perantara Jibril Al-Amin dengan membawa beberapa ayat Al-Qur‟an Hakim. Surat yang pertama kali turun adalah surat Al-Alaq ayat 1-5. Sebelum wahyu diturunkan telah turun sebagian irhas (tanda dan dalil) sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori dengan sanad dari Aisyah yang menunjukkan akan datangnya wahyu dan bukti nubuwwah bagi rasul SAW yang mulia. Diantara tanda-tanda tersebut adalah mimpi yang benar di kala beliau tidur dan kecintaan beliau untuk menyendiri dan berkhalwat di Gua Hira untuk beribadah kepada Tuhannya.

 

Al-Qur‟an diturunkan pada bulan ramadhan berdasarkan nash yang jelas yang terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 185 :

. . . .                

 

 

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).


Proses turunnya Al-Qur‟an kepada Nabi Muhammad SAW melalui tiga tahap, yaitu :

 

 

1)                  Al-Qur‟an turun secara sekaligus dari Allah ke lauh al-mahfuzh yaitu suatu tempat yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Allah. Proses pertama ini diisyaratkan dalam Q.S Al-Buruuj : 21-22

”Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al- Qur‟an yang mulia. Yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh”.

dan Q.S Al-Waqi‟ah :77-80 yang artinya :

”Sesungguhnya Al-Quran Ini adalah bacaan yang sangat mulia, Pada Kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang  yang  disucikan, Diturunkan dari Rabbil „alamiin.

 

 

2)                  Al-Qur‟an diturunkan dari Lauh Al-Mahfuzh ke Bait Al-Izzah (tempat yang berada di langit dunia. Diisyaratkan dalam: Q.S Al-Qadar: 1,

”Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan”.

dan pada QS Ad-Dhuhan:3,

“Sesungguhnya    kami    menurunkannya    pada    suatu    malam    yang    diberkahi    dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”.

 

 

3)                  Al-Qur‟an diturunkan dari Bait Al-Izzah ke dalam hati Nabi melalui malaikat Jibril dengan cara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. Adakalanya satu ayat, dua ayat, bahkan kadang-kadang satu surat. Diisyaratkan dalam Surat Ass-Syu‟ara‟ 193-195,

“Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), Ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, Dengan bahasa Arab yang jelas”

 

 

C.    CONTOH CONTOH AYAT YANG MEMPUNYAI ASBABUN NUZUL:

 

1.       Asbabun Nuzul surat An Nisa’ ayat 51

 

Sebab-sebab turun ayat ini adalah seorang Yahudi Mandinah bernama Ka‟ab Ibnu Asyraf datang berkunjung ke Mekkah. Ia menyaksikan perang Badar dan mendorong orang kafir Quraisy menuntut bela dan memerangi Muhammad SAW. Kemudian orang-orang Quraisy bertanya kepada Ka‟ab yang mengetahui Al Kitab (Taurat): “Siapakah yang lebih benar jalannya (siapakah yang berbeda dipihak yang benar ?) apakah Muhammad SAW ?. lalu Ka‟ab menjawab: “kalianlah yang benar”, justru ucapan itu, maka Ka‟ab telah berdusta dan mendapatkan kutukan oleh Allah SWT terhadap orang-orang berpandangan demikian,


kemudian turunlah surat An Nisa‟ ayat 51 yang berbunyi:

 

 

 

 

 

 

Artinya: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.

 

2.       Asbabun Nuzul surat Al Maidah ayat 93:

 

Sebab-sebab turunya ayat tersebut adalah sahabat Usman Ibnu Mazh‟un dan Amru Ibnu Ma‟dikariba pernah mengatakan bahwa Khamar itu sebenarnya mudah (boleh diminum), keduanya menggunakan surat Al-Maidah ayat 93:

 

 

 

 

 

 

Artinya: Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka Makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

 

Padahal Amru dan Ma‟dikariba belum tahu apakah sebabnya ayat tersebut diatas diturunkan. Ayat ini turunya adalah pada saat turunnya ayat yang mengharamkan Khamar, kemudian para sahabat bertanya kepada Rasulullah, “bagaimanakah nasib bagi saudara- saudara kami yang telah meninggal dunia, sedangkan dalam perut mereka ada minuman khamar (ketika hidup mereka minum khamar), lalu Allah memberitakan bahwa minuman khamar semasa hidupnya sedangkan ayat yang mengharamkan belum turun, telah dianggap tidak berdosa lagi seperti yang tersebut dalam surat Al Maidah ayat 39.

 

Demikianlah jelas bahwa Usman dan Amru tidak mengetahui Asbabun Nuzul surat Al Maidah 93 sehingga hampir saja keduanya menghalalkan khamar yang telah diharamkan Allah.


3.       Asbabun Nuzul surat Ath Thalaq ayat: 4

 

 



 

Artinya: Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), Maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.

 

Sebab turunya ayat ini adalah menunjukkan bahwa sahabat Ubaiy bertanya kepada Rasulullah: “wahai Rasulullah, sebagaian dari wanita-wanita belum  dijelaskan  tentang  status Iddah-nya dalam Al-Kitab (Al-Qur‟an) yakni: wanita yang putus haid baik anak-anak maupun orang dewasa, dan wanita yang sedang mengandung”. Maka untuk menjelaskan hal ini (kepada Ubaiy) turun ayat 4 surat Ath Thalaq tersebut diatas.

 

4.       Asbabun Nuzul surat Al Maidah ayat 93:

 

 

 

 

 

 

 

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak                    memberi                 petunjuk     kepada        orang-orang         yang                 zalim.

 

"Ayat  ini  diturunkan  pada saat  „Ubadah  bin  Shamit dan  Abdullah  bin Ubay bin Salul bertengkar:

„Ubadah berkata, „Saya memiliki banyak „awliya‟ (teman/sekutu/pelindung) Yahudi, jumlah mereka banyak, dan pengaruhnya besar. Tapi saya melepaskan diri dari mereka dan mengikuti Allah SWT dan Rasul-Nya. Tiada pelindung bagi saya, kecuali Allah dan Rasul-Nya‟.

Abdullah bin Ubay berkata, „Saya lebih memilih berlindung kepada Yahudi karena saya takut ditimpa musibah. Untuk mengindarinya saya harus bergabung dengan mereka‟. Nabi SAW berkata, „Wahai Abul Hubab, keinginanmu tetap dalam perlindungan (kekuasaan) Yahudi adalah pilihanmu, tidak baginya‟. Ia menjawab, „Baik, saya menerimanya‟. Karenanya, turunlah ayat ini.”


BAB III PENUTUP

 

A. KESIMPULAN

 

 

1)  Asbabun nuzul adalah sebab turunnya al-Qur‟an (berupa peristiwa/pertanyaan) yang melatarbelakangi turunnya ayat al-Qur‟an dalam rangka menjawab, menjelaskan dan menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dari kejadian tersebut.

 

2)  Asbabun nuzul terdiri dari kata asbab (jamak dari sababa yang artinya sebab-sebab), dan nuzul (artinya turun).

 

3)  Cara mengetahui riwayat asbabun nuzul melalui periwayatan yang benar dari orang- orang yang melihat dan melihat langsung turunnya ayat

 

4)  Kaidah hukum yang belum jelas dalam al-Qur‟an, dapat dipermudah dengan mengetahui asbab-nuzulnya. Karena dengannya penafsiran ayat lebih jelas untuk dipahami


DAFTAR PUSTAKA

 

Shabuni, Muhammad Ali. 1985. At Tibyan Fi Ulum Al Qur'an. Beirut: Alam al Kitab. Shalih, Subhi. 1988. Mabahits Fi Ulum Al Qur'an. Beirut: Alam al Kitab.

Al-Qattan, Manna Khalil. 1992. Studi Ilmu-Ilmu Qur'an. Jakarta: Litera Antar Nusa.

Az-Zarqani, Muhammad „Abd al-„Adzim. 1995. Manahil al-„Irfan fi „Ulum al-Quran, juz

I. Beirut: Dar al-Kitab al-„Arabi.

Hasbi, Muhammad.1999. Pengantar Ilmu Fiqih. Semarang: Pustaka Rizki Putra. Muhammad, Abu Ja'far. 2008. Tafsir Ath-Thabari. Jakarta: Pustaka Azzam.

http://huseinmuhibbi.blogspot.com/2015/06/makalah-asbabun-nuzul-al-quran.html?m=1

http://makalahpendidikanislamlengkap.blogspot.com/2015/06/makalah-proses-turunnya-al- quran.html

http://opac.iainkediri.ac.id/opac/index.php

Komentar